TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA. KOMENTAR ANDA MERUPAKAN KEHORMATAN BAGI KAMI.
Komentar, masukan, ide, dan gagasan Anda sangat kami butuhkan di sini. Demi majunya kegiatan belajar mengajar SD kami. Utamanya untuk meningkatkan prestasi belajar para peserta didik kami. Salam untuk orang-orang yang dekat di hati Anda. Mari bersama kita tingkatkan mutu pendidikan di Indonesia!

Jumat, 09 April 2010

Alat Peraga Sederhana dari Bahan Limbah Produksi
















Alat peraga dalam pembelajaran, teaching aids, atau audiovisual aids (AVA) adalah alat-alat yang digunakan oleh guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikannya kepada siswa tujuannya untuk mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang menggunakan banyak verbalisme tentu akan segera membosankan siswa, sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik bila
siswa gembira belajar atau senang karena mereka merasa tertarik dan mengerti pelajaran yang diterimanya. Belajar yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman kongkret dan menuju kepada pengalaman yang lebih abstrak. Belajar akan lebih efektif jika dibantu dengan alat peraga pengajaran daripada bila siswa belajar tanpa dibantu dengan alat peraga pembelajaran. Dalam pembelajaran tidak mesti harus menggunakan alat peraga yang mahal, kita dapat membuat alat peraga sendiri dengan menggunakan bahan baku yang murah dan banyak tersedia di lingkungan kita. Kalau perlu memanfaatkan bahan bekas atau mendaur ulang limbah produksi yang ada. Seperti alat peraga karya Bapak Edi Mulyono, S. Pd Guru Kelas 4 SD 3 Megawon yang telah memanfaatkan bahan limbah kayu ramin menjadi alat peraga IPS miniatur rumah adat dan alat peraga IPA tentang pemanfaatan energi alternatif. Mungkin dari rekan guru yang lain yang membaca postingan ini jika mempunyai alat peraga karya sendiri bisa ditampilkan di blog ini.

2 komentar:

  1. ,.Kreatif bgt, tapi aq bingung cra kerjanya & bahannya apa aja?

    BalasHapus
  2. mohon penjelasan bahan dan cara membuat dari kincir diatas

    BalasHapus

Silahkan isi komentar, bebas tapi sopan!